{"id":13795,"date":"2025-10-22T21:51:49","date_gmt":"2025-10-22T14:51:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mahaviragrha.com\/?p=13795"},"modified":"2025-10-22T21:51:49","modified_gmt":"2025-10-22T14:51:49","slug":"praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/","title":{"rendered":"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container has-pattern-background has-mask-background nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:1996.8px;margin-left: calc(-4% \/ 2 );margin-right: calc(-4% \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_4 1_4 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:25%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:7.68%;--awb-margin-bottom-large:20px;--awb-spacing-left-large:7.68%;--awb-width-medium:25%;--awb-order-medium:0;--awb-spacing-right-medium:7.68%;--awb-spacing-left-medium:7.68%;--awb-width-small:100%;--awb-order-small:0;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-image-element \" style=\"--awb-caption-title-font-family:var(--h2_typography-font-family);--awb-caption-title-font-weight:var(--h2_typography-font-weight);--awb-caption-title-font-style:var(--h2_typography-font-style);--awb-caption-title-size:var(--h2_typography-font-size);--awb-caption-title-transform:var(--h2_typography-text-transform);--awb-caption-title-line-height:var(--h2_typography-line-height);--awb-caption-title-letter-spacing:var(--h2_typography-letter-spacing);\"><span class=\" fusion-imageframe imageframe-glow imageframe-1 hover-type-none\" style=\"-webkit-box-shadow: 0 0 20px rgba(0,0,0,0.3);box-shadow: 0 0 20px rgba(0,0,0,0.3);\"><img decoding=\"async\" width=\"3375\" height=\"4219\" title=\"1\" src=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png\" alt class=\"img-responsive wp-image-13796\" srcset=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5-200x250.png 200w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5-400x500.png 400w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5-600x750.png 600w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5-800x1000.png 800w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5-1200x1500.png 1200w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png 3375w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 600px\" \/><\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-1 fusion_builder_column_3_4 3_4 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:75%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:2.56%;--awb-margin-bottom-large:20px;--awb-spacing-left-large:2.56%;--awb-width-medium:75%;--awb-order-medium:0;--awb-spacing-right-medium:2.56%;--awb-spacing-left-medium:2.56%;--awb-width-small:100%;--awb-order-small:0;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\" style=\"--awb-font-size:20px;--awb-text-font-family:-apple-system, BlinkMacSystemFont, &#039;Segoe UI&#039;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &#039;Helvetica Neue&#039; ,sans-serif;--awb-text-font-style:normal;--awb-text-font-weight:400;\"><h1><strong><span style=\"color: #812c62;\">Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama<\/span><\/strong><\/h1>\n<\/div><div class=\"fusion-text fusion-text-2\" style=\"--awb-font-size:14px;--awb-text-font-family:-apple-system, BlinkMacSystemFont, &#039;Segoe UI&#039;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &#039;Helvetica Neue&#039; ,sans-serif;--awb-text-font-style:normal;--awb-text-font-weight:400;\"><p>Dalam ajaran Buddhisme, moralitas atau s\u012bla penting untuk mengembangkan batin yang tenang dan bijaksana. Salah satu bentuk praktik moral itu dirangkum dalam Pancasila Buddhis, lima latihan dasar yang membantu umat melatih diri menuju kehidupan yang lebih baik.<br \/>\nSila pertama berbunyi:<br \/>\n<strong>\u201cP\u0101\u1e47\u0101tip\u0101t\u0101 verama\u1e47\u012b sikkh\u0101pada\u1e43 sam\u0101diy\u0101mi\u201d<\/strong><br \/>\nArtinya: \u201cSaya bertekad melatih diri untuk menghindari membunuh atau merusak kehidupan makhluk hidup.\u201d<\/p>\n<p><strong>Sila ini terdengar sederhana: jangan membunuh.<\/strong><br \/>\nTapi jika kita gali lebih dalam, makna dan praktiknya jauh lebih luas. Sila pertama mengajarkan kita untuk menghormati setiap kehidupan, menyadari bahwa semua makhluk ingin hidup, ingin bahagia, dan takut akan penderitaan.<\/p>\n<p><strong>Menghargai Kehidupan: Bukan Sekadar Tidak Membunuh<\/strong><br \/>\nKetika mendengar sila pertama, mungkin terlintas di pikiran: \u201cYa gampang lah, aku kan nggak pernah bunuh orang.\u201d Tetapi sila pertama tidak hanya berhenti di situ.<br \/>\nMembunuh memang bentuk pelanggaran paling jelas, tetapi \u201cmerusak kehidupan\u201d bisa muncul dalam bentuk yang lebih halus: menyiksa hewan, merusak alam, atau bahkan menggunakan kata-kata yang menyakiti perasaan orang lain.<br \/>\nSila pertama adalah latihan membangun rasa welas asih (karu\u1e47\u0101) dan cinta kasih (mett\u0101) dalam setiap tindakan. Artinya, bukan cuma menahan diri untuk tidak melukai, tapi juga aktif melindungi dan merawat kehidupan.<\/p>\n<p><strong>Praktik Sila Pertama dalam Kehidupan Sehari-hari<\/strong><br \/>\n1. Menghormati Kehidupan Makhluk Kecil<br \/>\nContoh sederhana bisa dimulai di rumah. Saat ada semut berkeliaran di meja makan, reaksi otomatis kita sering kali adalah memukul atau membunuhnya. Tapi lewat sila pertama, kita belajar mencari cara lain yang lebih penuh kasih: mengusir dengan lembut, atau mengalihkan semut keluar rumah.<br \/>\nHal kecil ini melatih kita menyadari bahwa kehidupan setiap makhluk berharga, betapapun kecilnya.<br \/>\n2. Berhati-hati di Jalan<br \/>\nDi luar rumah, praktik sila pertama juga relevan. Misalnya saat berkendara, banyak orang tergoda untuk ngebut, menerobos lampu merah, atau menyalip sembarangan. Padahal satu kesalahan kecil bisa mengancam nyawa orang lain.<br \/>\nKetika kita memilih untuk berkendara dengan hati-hati, sebenarnya kita sedang menjalankan sila pertama: melindungi kehidupan, bukan hanya diri sendiri, tapi juga orang lain yang berbagi jalan dengan kita.<br \/>\n3. Menjaga Ucapan agar Tidak \u201cMembunuh Hati\u201d<br \/>\nKita sering lupa bahwa \u201cmembunuh\u201d tidak selalu berarti menghilangkan nyawa. Kata-kata kasar, ejekan, atau cemooh bisa membunuh semangat dan harapan orang lain.<br \/>\nMisalnya, ketika teman berbuat salah, pilihan ada di tangan kita: menegurnya dengan marah, atau menjelaskan dengan tenang. Sila pertama mengajak kita memilih cara yang tidak melukai, tetapi justru menumbuhkan.<br \/>\n4. Merawat Hewan dengan Kasih<br \/>\nBagi yang punya hewan peliharaan, sila pertama bisa diwujudkan lewat cara kita merawat mereka. Hewan bukan sekadar hiburan atau pemuas keinginan, melainkan makhluk hidup yang juga butuh perhatian, kasih sayang, dan perawatan.<br \/>\nMemberi makan saja tidak cukup; menyisihkan waktu untuk menemani, merawat saat sakit, dan tidak menelantarkan mereka adalah wujud nyata sila pertama.<br \/>\n5. Menghormati Alam<br \/>\nSelain pada manusia dan hewan, sila pertama juga bisa diperluas ke alam. Menebang pohon sembarangan, membuang sampah plastik ke sungai, atau merusak ekosistem sama saja dengan merusak kehidupan banyak makhluk di dalamnya.<br \/>\nSebaliknya, menjaga lingkungan, mengurangi sampah, dan ikut melestarikan alam merupakan bentuk nyata dari menghormati kehidupan.<\/p>\n<p><strong>Manfaat Batin dari Menjalankan Sila Pertama<\/strong><br \/>\nKetika kita melatih sila pertama, manfaatnya bukan hanya untuk makhluk lain, tetapi juga untuk diri sendiri.<br \/>\nHati jadi lebih tenang. Tidak ada rasa bersalah yang menghantui, karena kita tahu kita tidak melukai.<br \/>\nMenumbuhkan kelembutan batin. Semakin sering kita melatih welas asih, semakin mudah kita berempati dan peduli pada penderitaan orang lain.<br \/>\nMenciptakan kedamaian di sekitar. Orang-orang merasa aman bersama kita, karena tahu kita tidak akan menyakiti mereka.<br \/>\nDengan kata lain, sila pertama adalah latihan membangun kedamaian, mulai dari diri sendiri, lalu merambat ke keluarga, masyarakat, bahkan lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>Sila pertama Pancasila Buddhis bukan hanya aturan moral, melainkan latihan batin untuk hidup penuh welas asih. Dari hal paling kecil\u2014seperti tidak membunuh semut\u2014hingga hal besar\u2014seperti menjaga keselamatan orang lain di jalan\u2014semuanya adalah kesempatan untuk melatih diri menghargai kehidupan.<\/p>\n<p><em>Semakin kita melatih sila ini, semakin lembut hati kita, semakin damai batin kita, dan semakin besar pula kebahagiaan yang bisa kita sebarkan ke sekitar.<\/em><\/p>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":13796,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[194,339],"tags":[],"class_list":["post-13795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dharma-sphere","category-info-agama-buddha-dharma-sphere"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama - Mahavira<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama - Mahavira\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mahavira\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-22T14:51:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"3375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"4219\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"content mahavira\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"content mahavira\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/\"},\"author\":{\"name\":\"content mahavira\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d\"},\"headline\":\"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama\",\"datePublished\":\"2025-10-22T14:51:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/\"},\"wordCount\":2549,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png\",\"articleSection\":[\"DharmaSphere\",\"Info Agama Buddha\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/\",\"url\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/\",\"name\":\"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama - Mahavira\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png\",\"datePublished\":\"2025-10-22T14:51:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png\",\"width\":3375,\"height\":4219},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/\",\"name\":\"Mahavira\",\"description\":\"\u5927\u53e2\u5c71 Vihara Mahavira Graha Pusat\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d\",\"name\":\"content mahavira\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3b1f672e74541ab350e3d2edabea31c5c7c749ead611beed2793169aaa7211d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3b1f672e74541ab350e3d2edabea31c5c7c749ead611beed2793169aaa7211d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"content mahavira\"},\"url\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/author\/mahaviracontent\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama - Mahavira","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama - Mahavira","og_url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/","og_site_name":"Mahavira","article_published_time":"2025-10-22T14:51:49+00:00","og_image":[{"width":3375,"height":4219,"url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png","type":"image\/png"}],"author":"content mahavira","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"content mahavira","Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/"},"author":{"name":"content mahavira","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d"},"headline":"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama","datePublished":"2025-10-22T14:51:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/"},"wordCount":2549,"image":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png","articleSection":["DharmaSphere","Info Agama Buddha"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/","url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/","name":"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama - Mahavira","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png","datePublished":"2025-10-22T14:51:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#primaryimage","url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png","contentUrl":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-5.png","width":3375,"height":4219},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/praktik-pancasila-buddhis-sila-pertama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Praktik Pancasila Buddhis Sila Pertama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#website","url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/","name":"Mahavira","description":"\u5927\u53e2\u5c71 Vihara Mahavira Graha Pusat","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mahaviragrha.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d","name":"content mahavira","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3b1f672e74541ab350e3d2edabea31c5c7c749ead611beed2793169aaa7211d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3b1f672e74541ab350e3d2edabea31c5c7c749ead611beed2793169aaa7211d?s=96&d=mm&r=g","caption":"content mahavira"},"url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/author\/mahaviracontent\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13795"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13795\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13801,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13795\/revisions\/13801"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}