{"id":13789,"date":"2025-10-22T21:53:22","date_gmt":"2025-10-22T14:53:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mahaviragrha.com\/?p=13789"},"modified":"2025-10-22T21:53:22","modified_gmt":"2025-10-22T14:53:22","slug":"ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/","title":{"rendered":"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri?"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container has-pattern-background has-mask-background nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:1996.8px;margin-left: calc(-4% \/ 2 );margin-right: calc(-4% \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_4 1_4 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:25%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:7.68%;--awb-margin-bottom-large:20px;--awb-spacing-left-large:7.68%;--awb-width-medium:25%;--awb-order-medium:0;--awb-spacing-right-medium:7.68%;--awb-spacing-left-medium:7.68%;--awb-width-small:100%;--awb-order-small:0;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-image-element \" style=\"--awb-caption-title-font-family:var(--h2_typography-font-family);--awb-caption-title-font-weight:var(--h2_typography-font-weight);--awb-caption-title-font-style:var(--h2_typography-font-style);--awb-caption-title-size:var(--h2_typography-font-size);--awb-caption-title-transform:var(--h2_typography-text-transform);--awb-caption-title-line-height:var(--h2_typography-line-height);--awb-caption-title-letter-spacing:var(--h2_typography-letter-spacing);\"><span class=\" fusion-imageframe imageframe-glow imageframe-1 hover-type-none\" style=\"-webkit-box-shadow: 0 0 20px rgba(0,0,0,0.3);box-shadow: 0 0 20px rgba(0,0,0,0.3);\"><img decoding=\"async\" width=\"3375\" height=\"4219\" title=\"1\" src=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png\" alt class=\"img-responsive wp-image-13790\" srcset=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4-200x250.png 200w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4-400x500.png 400w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4-600x750.png 600w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4-800x1000.png 800w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4-1200x1500.png 1200w, https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png 3375w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 600px\" \/><\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-1 fusion_builder_column_3_4 3_4 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:75%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:2.56%;--awb-margin-bottom-large:20px;--awb-spacing-left-large:2.56%;--awb-width-medium:75%;--awb-order-medium:0;--awb-spacing-right-medium:2.56%;--awb-spacing-left-medium:2.56%;--awb-width-small:100%;--awb-order-small:0;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\" style=\"--awb-font-size:20px;--awb-text-font-family:-apple-system, BlinkMacSystemFont, &#039;Segoe UI&#039;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &#039;Helvetica Neue&#039; ,sans-serif;--awb-text-font-style:normal;--awb-text-font-weight:400;\"><h1><strong><span style=\"color: #812c62;\">Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri?<br \/>\n<\/span><\/strong><\/h1>\n<\/div><div class=\"fusion-text fusion-text-2\" style=\"--awb-font-size:14px;--awb-text-font-family:-apple-system, BlinkMacSystemFont, &#039;Segoe UI&#039;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &#039;Helvetica Neue&#039; ,sans-serif;--awb-text-font-style:normal;--awb-text-font-weight:400;\"><p><strong>Ibadah dan Ritual: Bukan Formalitas, Tapi Sarana Pelatihan Hati<\/strong><br \/>\nInti ajaran Buddhis adalah pembebasan dari penderitaan melalui pelatihan batin, yang mencakup sila (etika), sam\u0101dhi (konsentrasi), dan pa\u00f1\u00f1\u0101 (kebijaksanaan). Namun bukan berarti ibadah dan ritual dapat diabaikan. Dalam praktik Buddhis, ritus dan ibadah adalah sarana batiniah yang mendalam\u2014bukan tujuan akhir, tapi jembatan menuju kedalaman batin.<br \/>\nIbadah dalam Buddhisme bisa berupa penghormatan kepada Buddha melalui namask\u0101ra (bersujud), persembahan bunga, dupa, dan cahaya, pembacaan paritta atau sutra, maupun praktik puja dan chanting. Semua ini dilakukan bukan karena Buddha butuh disembah, tapi karena kita yang butuh mengolah batin kita sendiri.<\/p>\n<p><strong>Fungsi Psikologis: Menundukkan Keakuan<\/strong><br \/>\nSalah satu fungsi mendalam dari ibadah adalah melatih kerendahan hati. Ketika kita bersujud di hadapan rupaka Hyang Buddha, bukan karena Hyang Buddha ingin dipuja, tapi karena kita belajar untuk menundukkan ego kita sendiri. Dalam dunia yang mendorong kita untuk selalu menonjol dan merasa penting, bersujud adalah latihan untuk melembutkan hati dan mengakui bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari kepentingan pribadi kita.<br \/>\nBegitu pula dengan ritual mempersembahkan bunga atau dupa\u2014benda yang indah namun cepat layu atau habis. Ini bukan sekadar penghormatan, tapi simbol kontemplatif: kita diingatkan bahwa kehidupan ini juga tidak kekal, dan dari kesadaran itu, kita digugah untuk hidup lebih bijaksana.<\/p>\n<p><strong>Fungsi Konsentrasi dan Kebatinan: Menyatukan Tubuh, Ucapan, dan Pikiran<\/strong><br \/>\nRitus Buddhis sering kali dilakukan dengan gerakan tubuh (seperti bersujud), ucapan (melantunkan paritta atau mantra), dan niat hati yang selaras. Inilah latihan untuk menyatukan tiga pintu tindakan: tubuh, ucapan, dan pikiran. Saat seseorang memegang dupa dengan hati-hati dan penuh perhatian, atau melantunkan sutra dengan penuh kesadaran, ia sedang melatih hadir secara utuh.<br \/>\nDalam Mah\u0101y\u0101na, misalnya, praktik puja kepada Bodhisattva seperti Avalokite\u015bvara, K\u1e63itigarbha, atau Ma\u00f1ju\u015br\u012b, dilakukan sambil menyebut namanya atau membacakan dh\u0101ra\u1e47\u012b. Ini bukan sekadar bentuk \u201cpermintaan\u201d, tapi cara menanamkan kualitas-kualitas Bodhisattva itu ke dalam batin kita sendiri. Ketika kita memanggil nama Avalokite\u015bvara dengan tulus, kita sedang membangkitkan welas asih dalam diri kita. Jadi, ritus ini bukan mendorong kita menjadi pasif, melainkan aktif dalam menyerap dan menumbuhkan kualitas luhur.<\/p>\n<p><strong>Fungsi Komunal: Menumbuhkan Rasa Satu dan Kekuatan Bersama<\/strong><br \/>\nIbadah juga memperkuat aspek kebersamaan dalam Sangha atau komunitas. Saat umat berkumpul untuk puja bakti, chanting, atau uposatha, mereka sedang menciptakan energi kolektif yang penuh ketenangan dan inspirasi. Ini sangat penting dalam Buddhis karena dukungan spiritual tidak tumbuh sendirian, tapi bertumbuh dalam lingkungan yang kondusif.<br \/>\nBagi banyak umat, hadir dalam puja bakti bersama bukan hanya memperkuat iman, tapi juga memberi semangat baru dalam menjaga praktik harian. Kadang, momen ketika kita sedang lemah justru dikuatkan oleh suasana puja bakti dan doa bersama.<\/p>\n<p><strong>Fungsi Spiritual: Mengaktifkan Niat, Membentuk Karma Baik<\/strong><br \/>\nSecara lebih halus, ibadah juga merupakan alat untuk memperkuat niat (cetan\u0101). Niat adalah benih karma, dan setiap tindakan dalam ritus ibadah\u2014mulai dari menyalakan pelita hingga mengucapkan satu baris paritta\u2014mengandung potensi karma yang membentuk aliran batin kita. Ketika dilakukan dengan kesadaran dan niat baik, semua itu bisa menjadi ladang karma bajik yang menunjang jalan spiritual kita.<br \/>\nDalam ajaran Mah\u0101y\u0101na, ritual juga berfungsi sebagai pembangkit Bodhicitta\u2014yaitu tekad untuk menjadi tercerahkan demi menolong semua makhluk. Puja kepada Buddha dan Bodhisattva menjadi momen untuk menyegarkan niat ini, memperkuat semangat welas asih, dan mengingatkan diri akan tujuan sejati dari latihan kita.<\/p>\n<p><strong>Ritus yang Hidup, Bukan Sekadar Gerakan Luar<\/strong><br \/>\nJadi, dalam Buddhisme, ritus dan ibadah bukanlah sekadar formalitas atau sisa tradisi masa lalu. Ia adalah sarana yang hidup dan relevan, yang membawa kita lebih dekat pada kesadaran, kebajikan, dan kebijaksanaan. Ritual yang dilakukan dengan hati yang sadar adalah latihan spiritual yang sangat dalam. Namun, jika dilakukan tanpa pemahaman, ia bisa jadi kosong.<\/p>\n<p><em>Buddha mengarahkan agar ibadah dilakukan dengan pemahaman dan kesadaran, bukan karena takut. Karena pada akhirnya, ritual bukan pengganti pelatihan diri, tapi penopangnya.<\/em><\/p>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":13790,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[194,339],"tags":[],"class_list":["post-13789","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dharma-sphere","category-info-agama-buddha-dharma-sphere"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri? - Mahavira<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri? - Mahavira\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mahavira\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-22T14:53:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4-819x1024.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"819\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"content mahavira\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"content mahavira\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/\"},\"author\":{\"name\":\"content mahavira\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d\"},\"headline\":\"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri?\",\"datePublished\":\"2025-10-22T14:53:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/\"},\"wordCount\":2532,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png\",\"articleSection\":[\"DharmaSphere\",\"Info Agama Buddha\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/\",\"url\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/\",\"name\":\"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri? - Mahavira\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png\",\"datePublished\":\"2025-10-22T14:53:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png\",\"width\":3375,\"height\":4219},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/\",\"name\":\"Mahavira\",\"description\":\"\u5927\u53e2\u5c71 Vihara Mahavira Graha Pusat\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d\",\"name\":\"content mahavira\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3b1f672e74541ab350e3d2edabea31c5c7c749ead611beed2793169aaa7211d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3b1f672e74541ab350e3d2edabea31c5c7c749ead611beed2793169aaa7211d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"content mahavira\"},\"url\":\"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/author\/mahaviracontent\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri? - Mahavira","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri? - Mahavira","og_url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/","og_site_name":"Mahavira","article_published_time":"2025-10-22T14:53:22+00:00","og_image":[{"width":819,"height":1024,"url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4-819x1024.png","type":"image\/png"}],"author":"content mahavira","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"content mahavira","Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/"},"author":{"name":"content mahavira","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d"},"headline":"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri?","datePublished":"2025-10-22T14:53:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/"},"wordCount":2532,"image":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png","articleSection":["DharmaSphere","Info Agama Buddha"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/","url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/","name":"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri? - Mahavira","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png","datePublished":"2025-10-22T14:53:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#primaryimage","url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png","contentUrl":"https:\/\/mahaviragrha.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1-4.png","width":3375,"height":4219},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/ngapain-sih-puja-bakti-kan-cukup-pelatihan-diri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ngapain sih Puja Bakti? Kan cukup Pelatihan Diri?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#website","url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/","name":"Mahavira","description":"\u5927\u53e2\u5c71 Vihara Mahavira Graha Pusat","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mahaviragrha.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/625bc3b7e66fb3c1afdc96f15ef9e05d","name":"content mahavira","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mahaviragrha.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3b1f672e74541ab350e3d2edabea31c5c7c749ead611beed2793169aaa7211d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3b1f672e74541ab350e3d2edabea31c5c7c749ead611beed2793169aaa7211d?s=96&d=mm&r=g","caption":"content mahavira"},"url":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/author\/mahaviracontent\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13789"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13794,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13789\/revisions\/13794"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahaviragrha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}